Virus CaC! Febri

Posted on Thursday, January 14th, 2010 at 6:25 pm

Sudah satu tahun ini CaC! aktif mencari anak-anak putus sekolah untuk mengembalikan mereka kembali ke bangku sekolah. Dan sejak satu tahun lalu, komunitas yang dibentuk oleh Hanny & Nia, yang awalnya hanya digerakkan dua wanita cantik ini, perlahan tapi pasti berkembang menjadi komunitas besar yang hingga hari ini memiliki lebih dari 5.000 anggota di Facebook group.

Tentunya untuk menjadi komunitas besar seperti hari ini, CaC! tidak lepas dari kerja keras kedua wanita ini, dan juga kerja keras para pendukung aktif CaC! yang biasa kami sebut droppers. Para droppers adalah mereka yang senantiasa aktif mengumpulkan, menyumbangkan, menghadiri CCD dan mengajak lebih banyak teman-teman untuk bergabung di CaC!

Selama satu tahun ini pula, bermula dari satu e-mail kami mulai berkenalan dan menjalin persahabatan dengan para droppers ini. Terima kasih yang tak terhingga bagi mereka…

Hari ini kami mengangkat kisah seorang dropper yang kami nilai sangat gigih dan berdedikasi dalam ikut menggerakkan CaC! <sdn32

Febri E. Prihasto (Febri), pria berusia di awal 30 tahunan ini, bekerja di daerah Tanjung Barat – Jakarta Selatan. Awal perkenalan kami dengan Febri melalui e-mail yang dikirimkannya pada 1 April 2009. Ia mendengar komunitas CaC! lewat wawancara kami dengan Delta FM. Kalimat pembuka yang ia tulis di e-mail membuat kami yakin bahwa ia sangat ingin bergabung untuk bersama menggerakan CaC! Berikut kutipannya, “Dear Nia & Hanny, Perkenalkan saya Febri, saya dapat informasi Coin A Chance! dari Delta fm. Saya sangat tertarik dengan kegiatan pengumpulan duit receh ini. Per hari ini, saya telah merealisasikan niat untuk menjadi coiner sekaligus coin dropper. Semoga langkah kecil saya ini bisa membantu gerakan anda-anda semuanya…. amin.” Dan sejak hari itu, Febri merupakan dropper yang paling aktif menggerakan CaC!

Tentu saja keterlibatan Febri yang awalnya sebatas mengumpulkan koin secara pribadi, perlahan berkembang dengan menularkan virus CaC! (ini istilah yang dipakai Febri) kepada kolega-kolega di kantornya, juga perusahaan-perusahaan pertambangan dan stainless steel. Febri bekerja di sebuah perusahaan pertambangan sehingga memiliki banyak kolega di perusahaan-perusahaan sejenis. Selain itu, ia juga menyebarluaskan virus CaC! di kampus S2-nya, Prasetiya Mulya Business of School, daerah Cilandak; dan juga tempat kerja sang istri di poli gigi, sebuah rumah sakit.

Tidak hanya menyebarkan virus CaC! di seputar Jakarta dan sekitarnya, ia malah merambah hingga Maluku dan Papua, bersamaan dengan kunjungan kerjanya di daerah-daerah tersebut. Dan tentunya dari hasil cuap-cuap menularkan virus CaC!, kerja keras Febri menunjukkan hasil. Ia mendapatkan respon yang luar biasa dari kolega-koleganya dan kebanjiran koin-koin…criing criing!! Masih ingat kisah “Ayam Jago” dari Pak Djono? Pak Djono merupakan salah satu dropper yang tertular virus CaC! Febri.

Selain Pak Djono, ada juga Fitri yang tertular virus CaC! Febri. Fitri yang saat itu bekerja di hutan belantara Jayawijaya, Tembagapura – Papua Barat, menyumbangkan Rp 500 ribu yang ia transferkan ke Febri, dan kemudian Febri tukarkan ke dalam bentuk koin sebelum ia berikan kepada kami. Tak hanya mereka berdua, masih banyak lagi teman-teman yang kini telah menjadi droppers, hasil dari penularan virus CaC! Febri.

Yang lebih menarik lagi, Febri juga merealisasikan sebuah ide cemerlang dengan mendesain kotak-kotak koin lucu bergambar figur-figur kartun. Kotak-kotak koin ini kemudian ia distribusikan ke kolega-koleganya yang bergabung di CaC! Siapa yang tidak tertarik menaruh koin ke dalam kotak-kotak lucu ini?!

wong_kotak1

Oh ya, salah satu kontribusi Febri yang sangat kami banggakan adalah slogan “Salam Koin!”. Kami yakin hingga hari ini Febri pasti masih sibuk menularkan virus CaC!-nya. Mungkin kamu berikutnya?!

Both comments and pings are currently closed.