Posts Tagged coin a chance!

Dukungan The Body Shop Indonesia untuk Coin A Chance!

Posted on Wednesday, October 31st, 2012 at 3:55 pm

Dalam rangka mengenang Anita Roddick – pendiri The Body Shop International, The Body Shop Indonesia melaksanakan kegiatan mengumpulkan koin secara internal yang berlangsung sejak tanggal 22 Oktober hingga 2 November 2012. Koin-koin tersebut nantinya akan disalurkan melalui Coin A Chance! untuk membantu adik-adik yang kurang mampu kembali bersekolah.   Selain untuk mengenang Anita, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai perwujudan dari salah satu pilar (value) korporasi The Body Shop, yaitu Defend Human Rights. Body Shop percaya bahwa bisnis bukan hanya sekedar mengumpulkan uang tetapi juga harus bertanggung jawab dan menjadi manfaat bagi masyarakat, dan apa yang kami lakukan di Coin A Chance! sejalan dengan prinsip dari value tersebut. Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak asasi manusia yang tidak kalah penting untuk diperjuangkan.

Kami beserta seluruh Coin A Chance! Network sangat berterima kasih atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan teman-teman The Body Shop Indonesia. Koin-koin tersebut berarti besar bagi kami. Sesuai pesan Anita, β€œDo Something, do anything.. just do something!” Then together, let’s collect some coins and send more kids back to school!. Lebih lanjut mengenai The Body Shop Indonesia dapat dilihat melalui website, Twitter – @ThebodyShopIndo dan Facebook page – The Body Shop Indonesia Terima kasih dan salam koin!

Melancong ke Ruang Angkasa

Posted on Tuesday, September 11th, 2012 at 4:32 pm

Masih ingat laporan kami via Twitter mengenai kunjungan ke Planetarium? Walaupun sedikit tertunda, berikut cerita lengkapnya yang dituliskan dari sudut pandang salah satu coiners yang datang di acara, kak Agung Harsya (@agungharsya). Terima kasih banyak!

Minggu, 15 Juli lalu, Coin a Chance! mengajak anak-anak bertualang ke ruang angkasa! Tidak secara harfiah memang, karena tempat yang kami sambangi adalah Planetarium yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ketika dunia belum mengenal internet dan televisi, langit merupakan obyek obervasi yang mengasyikkan. Kami ingin berbagi pengalaman mengenali alam raya bersama anak-anak sambil menambah pengetahuan yang bermanfaat.

Bersama 10 anak, sejak Minggu pagi Coin a Chance! sudah berada di Planetarium. Meski sudah beroperasi sejak 1968, mungkin tidak banyak warga Jakarta yang mengetahui fasilitas yang memadukan pendidikan dan hiburan ini. Buat yang sudah mengetahui pun, belum tentu semuanya pernah atau bahkan berniat mengunjunginya. Cuaca hari itu cerah dan Planetarium banyak dikunjungi pelajar karena waktu kunjungan bertepatan dengan liburan sekolah. Untuk hari Minggu, Planetarium membagi empat jam pertunjukan, yaitu pukul 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30. Coin a Chance! mengambil jam pertunjukan pertama bersama-sama rombongan penonton lainnya. Harga tiket sangat terjangkau untuk kantung masyarakat Jakarta, yaitu untuk anak-anak Rp3.500 dan dewasa dua kali lipatnya. Ruangan pertunjukan dapat menampung hingga 320 penonton.

Di Planetarium, pengunjung bisa mempelajari berbagai macam pengetahuan tentang benda-benda langit di alam semesta. Ruangan pertunjukan berbentuk lingkaran dan layarnya setengah lingkaran bola. Bangku penonton pun dibuat secara khusus sehingga penonton bisa berbaring menatap layar seolah-olah sedang mengobservasi langit. Dengan efek visual dan tata suara yang meyakinkan, kami benar-benar merasa sedang berbaring di hamparan rumput menyaksikan bintang yang berpendaran.

Sebagai pembuka, kami menyaksikan simulasi berbagai rasi bintang. Bukan rahasia lagi kalau zodiak yang biasa kita baca di majalah-majalah berasal dari rasi bintang yang sudah diobservasi nenek moyang kita beratus-ratus tahun lalu. Sejak saat itu sampai sekarang tidak ada yang berubah dengan susunan rasi bintang. Hanya, karena Bumi dengan benda langit yang bisa memancarkan cahaya sendiri itu jutaan tahun cahaya jaraknya, kita tidak bisa mengetahui apakah pada detik ini bintang yang sama masih ada atau tidak.

Kemudian, kami disuguhkan pengetahuan tentang Tata Surya. Bersama tujuh planet lain, Bumiberedar dengan Matahari sebagai pusatnya. Dalam Tata Surya ini terdapat pula lima objek angkasa yang disebut “planet kerdil”, salah satunya Pluto yang awalnya kita kenal tergabung dengan delapan planet lain dalam klasifikasi planet utama.

Nah, Tata Surya ini rupanya merupakan bagian dari galaksi Bima Sakti yang berdiameter total 100.000 tahun cahaya dengan jumlah 200 milyar bintang! Letak Matahari berada di salah satu lengan spiral galaksi itu, yang disebut Lengan Orion. Sementara, jarak Matahari dengan pusat Bima Sakti adalah 25.000-28.000 tahun cahaya. Bayangkan, jika dibandingkan dengan alam raya, betapa kerdilnya kehidupan kita di Planet Bumi.

Setelah kembali menjejakkan kaki di Bumi, Coin a Chance! bersantap siang dengan anak-anak sambil saling berkenalan satu sama lain. Tidak lupa pula kami menghitung bersama koin-koin yang sudah dikumpulkan sejak terakhir menggelar Coin Collecting Day di Burger King Sarinah, Mei lalu. Beberapa coiner menyempatkan diri untuk singgah dan menitipkan tabungan masing-masing untuk digunakan sebagai pendukung dana anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah. Total terkumpul dana sebesar Rp1.100.000.

Penghitungan koin kali ini sedikit berbeda dari biasanya karena melibatkan anak-anak yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing dibantu oleh satu atau dua orang coiners yang dipercayakan untuk membimbing anak-anak mulai dari memisahkan koin berdasarkan pecahan hingga tahap penghitungan. Semuanya terlihat begitu antusias.

Coin A Chance! menganggap kegiatan seperti ini penting untuk dilaksanakan secara rutin agar anak-anak terekspos pada pengalaman, lingkungan, serta pengetahuan yang baru. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dengan membiasakan mereka berinteraksi dengan orang lain yang bukan bagian dari comfort zone mereka.

Dari kunjungan ke Planetarium ini, ternyata kegiatan rekreasi rupanya bisa dibarengi dengan menambah pengetahuan. Coin a Chance! berencana kembali mengajak anak-anak untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat. Ke mana kali ini? Nantikan kabarnya!

*Foto-foto lengkap dapat dilihat disini

Goodness Sharing Machine – Berbagi Kebahagian Bersama Coca-Cola

Posted on Monday, July 23rd, 2012 at 1:25 pm

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan kali ini, Coca-Cola ingin mengajak kita semua untuk menambah semangat berpuasa sekaligus berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan melalui program“Goodness Sharing Machine”. Dengan berpartisipasi di program ini, berarti teman-teman sudah ikut membantu mendukung anak-anak Indonesia agar jangan sampai putus sekolah.

Ingin tahu bagaimana caranya?

Mudah saja! Teman-teman cukup mengunjungi situs Coca-Cola, ikuti petunjuk memasukkan koin, lalu tuliskan pesan semangat Ramadanmu. Setiap pesan bernilai Rp.500,- dan seluruh uang yang terkumpul akan disumbangkan melalui Coin A Chance! untuk membantu adik-adik yang hampir putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Adik-adik yang akan dibantu tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta lho, tetapi juga di kota lain dimana CAC! Network berada.

Tunggu apa lagi? Yuk sama-sama kita sebarkan semangat dan kebaikan di bulan Ramadan! Jangan lupa ajak juga teman-teman kalian di Facebook, Twitter, bahkan email, untuk berpartisipasi. Pesan semangat Ramadan ini dapat terus dikirimkan hingga tanggal 31 Agustus 2012.

Kami di Coin A Chance! percaya, sesuatu yang sederhana atau terkadang remeh bagi kita dapat bermakna besar bagi orang lain. Terima kasih Coca-Cola atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan kepada kami.

Salam koin! πŸ™‚

Surat dari Dhilah

Posted on Wednesday, May 30th, 2012 at 4:37 pm

Coiners dan droppers masih ingat Dhilah? Hari ini kita semua mendapatkan surat dari adik kita yang pandai dan bersemangat ini, lho. Ini suratnya:

Sebelum kumulai cerita ini, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Coin a Chance!, terutama Ibu Anggi yang “menemukan” aku, karena telah membantuku membiayai sekolahku sehingga aku bisa lulus. Cerita ini dimulai saat aku lulus SMP. Aku yang memang bercita-cita menjadi teknisi kesehatan, mendaftar dan diterima di SMK Farmasi DITKESAD. Saat itu, keuangan keluargaku mencukupi untuk membiayai sekolah di sana. Ayahku adalah seorang wirausahawan yang cukup sukses di bidang distribusi minuman. Namun semenjak salah seorang supir ayahku menipu dan mengambil pelanggan-pelanggan ayahku, lama-kelamaan bisnis ayahku mulai sepi. Ayahku memutuskan untuk menjual mobil untuk menutupi kerugian. Di saat yang bersamaan, ruko kontrakan yang kami tinggali selama ini, dinaikkan harga sewanya menjadi dua kali lipat harga semula. Kami pun pindah. Ruko yang dulu kami tempati, disewa oleh wirausahawan yang membuka usaha di bidang yang sama dengan ayahku. Para pelanggan ayahku mengira bahwa ayahkulah yang menjalankan toko tersebut. Mereka beralih ke toko tersebut. Di toko yang baru, tidak banyak pelanggan lama yang datang. Keuangan kami waktu itu tidak cukup untuk membiayai kehidupan kami, termasuk biaya sekolahku, membuat orang tuaku menjual tanah. Uang hasil jual tanah tersebut dijadikan modal untuk berjualan gas. Naasnya, semua barang yang telah dibeli, digasak habis oleh pencuri. Perasaanku kacau. Ibuku bingung dan menangis. Tetapi ayahku tetap tegar. Beliau memberhentikan karyawannya untuk mengurangi pengeluaran. Untuk modal berjualan, ayahku menjual mobil. Beliau yang selama ini menjadi bos dan jarang melakukan pekerjaan berat, kini mendorong gerobak berisi gas dan minuman dalam kemasan. Rasanya sedih melihat ayahku yang sudah tidak muda lagi mendorong gerobak. Di waktu senggang, aku dan adikku membantu ayahku mengirim barang orderan. Jika sedang tidak ada orderan, ayahku bekerja menjadi buruh bangunan di suatu proyek. Di saat yang sama, aku harus belajar untuk membanggakan kedua orang tuaku yang terus berjuang untuk kami, anaknya. Tentang sekolah, banyak hal yang aku pelajari di sekolah. Bukan hanya tentang ilmu eksak. Tetapi cara berorganisasi, kebersamaan, kerja keras, persahabatan, dan juga loyalitas. Aku senang sekali bersekolah di SMK Farmasi DITKESAD. Semuanya berjalan baik, sampai aku berada di tingkat XII. Orang tuaku mulai tidak sanggup membiayai sekolahku. Berbagai cara mereka lakukan, dari mulai menjual TV, kulkas, dan AC untuk membiayai sekolahku dan kedua adikku yang masih di tingkat SMP dan TK. Tetap saja, tunggakan SPP masih tersisa. Dalam keadaan putus asa, ibuku berusaha meminjam uang kepada teman-temannya. Tetapi, tidak ada yang mau membantu kami. Saat aku naik kelas tiga, guruku menginformasikan bagi yang belum melunasi tunggakan tidak mendapatkan kelas. Aku bingung dan amat sedih. Aku berpikir, “Apakah aku akan selesai sekolah sampai sini saja? Sebagai seseorang yang tidak tamat SMK?”. Kemudian datanglah saat itu. Awalnya, ibuku hanya bercerita saja kepada seorang teman lama, Ibu Ida, tentang kehidupan keluarga kami sekarang. Lalu, ibuku menangis saat bercerita tentang keadaanku yang tidak mendapatkan kelas. Beberapa hari kemudian, Ibu Ida memberitahu kami bahwa ada yang akan membantu menyekolahkanku. Kata Ibu Ida, beliau hanya posting ceritaku di jejaring sosial. Ternyata ada yang merespon dengan baik. Beberapa hari setelah informasi dari Ibu Ida, ibuku mendapat telepon dari Ibu Anggi Coin a Chance!. Lalu, ibuku menceritakan permasalahanku. Setelahnya, Ibu Anggi datang ke sekolahku dan membayarkan tunggakanku. Hanya satu kata yang terucap, “Alhamdulillah!”. Saat itu, semua perasaan bahagia dan lega terkumpul di keluarga kami. Kini, aku harus terus berjuang menggapai cita-citaku menjadi dokter. Demi ayahku, ibuku, keluargaku, guru-guruku, orang-orang yang memberiku semangat, yang berjuang untukku dan orang-orang yang telah membantuku bersekolah lagi. Termasuk Coin a Chance!. Terima kasih banyak, Coin a Chance! Aku bisa bersekolah lagi. Terima kasih banyak, Coin a Chance! karena telah menyambung mimpiku kembali. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian. Nur Fadhilah F.

#CCD (Coin Collecting Day 15), Anomali, SetiabudiOne

Posted on Tuesday, June 21st, 2011 at 2:04 pm

Teman-teman, maaf ya, baru sempet posting soal Coin Collecting Day bulan Mei kemarin ^^

coin a chance

Ini salah satu CCD paling ramai yang pernah ada dalam sejarah πŸ™‚ Makasih banyak yang udah ikut ngitung dan dateng nge-drop koin! Kita berhasil mengumpulkan Rp 2,320,600 lho, dan Rp 835,825-nya terkumpul dari kawan-kawan di KickAndy Show πŸ™‚

coin a chance

coin a chance

Thanks, coiners and dropers! Let’s drop, collect, and send more kids back to school! πŸ™‚

coin a chance