Archive for the Muko Category

Kisah Muko & Teman Baru (Bagian 1)

Posted on Thursday, April 16th, 2009 at 11:49 am

Saat aku bangun, aku menemukan diriku berada di antara teman-temanku dan tampaknya sebagian dari mereka pun sudah mulai menggeliat bangun. Tadi malam aku bermimpi, aku akan pergi ke suatu tempat yang sangat jauh. Aku tidak tahu dimana tepatnya, tapi yang pasti di dalam mimpiku aku merasa sangat senang sekali.

Ngomong-ngomong, aku bingung siapa sebenarnya aku, aku ingin sekali mempunyai nama panggilan. Tapi yang sering aku dengar, mereka memanggilku dan teman-temanku dengan satu nama saja. Masa cuma satu nama saja, bingung rasanya tiap kali mereka menyebut nama itu, siapa dari kami yang mereka maksud. Ingin sekali aku punya nama panggilan sendiri.

Kembali ke saat aku terbangun dari mimpiku, sebetulnya aku tidak tahu saat ini di luar sana apakah sudah pagi atau malam. Karena sudah sangat lama sekali, aku dan teman-temanku berada di sini, gelap. Kadang aku bisa dengar suara-suara di luar sana, cukup lama aku bisa mendengar suara-suara itu, namun tiba-tiba senyap, sunyi. Kalau sudah sepi biasanya aku menjadi bosan dan tertidur. Saat aku bangun, aku bisa mendengar suara-suara itu lagi, kadang suaranya seperti orang sedang berbincang-bincang, kadang tertawa keras, kadang aku hanya bisa dengar suara kriiiing…kriiiing… berkali-kali. Aku ingin sekali tahu ada apa di luar sana, siapa yang sering aku dengar suaranya itu. Di sini sepi… yah walaupun aku selalu berada bersama teman-temanku, mereka jarang sekali bicara, hampir tidak pernah malah.

Saat ini yang kudengar hanya suara-suara kecil yang sedang berbincang, singkat… lalu tak kudengar lagi. Aaawwwhhh… aku mulai ngantuk lagi, mataku terasa berat, mungkin sebaiknya aku tidur supaya aku bisa mimpi yang indah lagi seperti mimpiku sebelumnya. Tiba-tiba aku dengar suara kaki dari kejauhan, lama-lama terdengar jelas sekali… lalu tak kudengar lagi. Yah… sepi lagi!

Aduuuh!!! Terang sekali!! Aku bingung kenapa tiba-tiba begitu banyak cahaya menyinari, teman-temanku juga bertanya-tanya sinar apa itu. Lalu saya melihat bayangan hitam mendekat… ya ampun… apa itu yah? Lalu perlahan dapat kulihat seraut wajah cantik. Waaaahhh… cantiknya! Siapa dia yah? Dia kemudian menggapai aku dan teman-temanku, menarik kami keluar dari… apa itu yah? Bentuknya seperti kotak terbuat dari kayu dan ketika aku melihat sekeliling, aku melihat banyak sekali orang-orang sedang… sedang apa yah? Ada yang sedang menaruh kedua tangannya di atas benda berbentuk kotak persegi penuh dengan tombol, ada beragam huruf dan angka di sana, mata mereka melihat kotak persegi lainnya dan kulihat cahaya terpancar di sana, seperti gambar, lalu kulihat rangkaian kata-kata, saat menekan tombol, aku bisa mendengar bunyi klek..klek..klek.. Di sudut lain aku melihat dua orang sedang berbincang, aku kenal suara mereka. Oh jadi seperti itu wajah mereka…

Lalu wanita cantik yang tadi mengambil kami, memasukkan kami ke sebuah benda, besar sekali… saking besarnya aku tidak bisa lagi melihat orang-orang tadi… uuuhhh padahal aku ingin sekali melihat benda seperti apakah yang selalu mengeluarkan bunyi kring..kring itu. Aduh di sini sesak sekali dan selalu bergoyang-goyang… aku terus bertubrukkan dengan teman-temanku. Kami mau dibawa kemana? atau mungkin mimpiku tadi malam akan terbukti hari ini… aah senangnya!

“Ke FX Pak!,” kata wanita tadi. Aku bergumam, “mahluk apa FX itu yah…” “FX itu mal!,” teriak sebuah suara. Aku kaget setengah mati dibuatnya. Tak lama kulihat sesosok mahluk muncul, dia berwarna putih dengan garis-garis hitam di sekujur tubuhnya, tapi yang paling jelas terlihat adalah garis-garis hitam dimukanya. Aku berkata dalam hati, kok mukanya terlihat kotor sekali. “Hi! Aku Muko – Muka Kotor,” katanya. Hahaha nama yang lucu, cocok sekali dengan apa yang barusan aku katakan. “Aku… aku…,” kataku lirih, aku bingung aku harus menyebut namaku apa, karena semua teman-temanku bernama sama. “Aku tahu mereka memanggilmu apa. Kalau aku jadi kamu pasti aku juga bingung mau menyebut diri sendiri apa,” kata Muko menenangkanku.

“Muko, katamu tadi kita mau ke mal yah? Lalu wanita cantik yang membawa kita ini siapa?” tanyaku penasaran. Muko menjawab bahwa mal itu adalah bangunan besar mewah, tempat dimana banyak sekali barang bagus dan mahal dijual. Selain ada toko-toko atau butik, Muko bilang ada juga restoran, cafe, tempat dimana orang dapat makan, minum atau sekedar duduk-duduk saja.

“Namanya Nia,” kata Muko. “Dia itu pemilikku, aku sudah lama sekali ikut dengannya. Malah aku pernah diajak ke luar negeri, ke Kokok kalau tidak salah,” tambah Muko tertawa ceria. Tapi Muko bilang yang membawa dia ke Kokok bukan Nia, tapi wanita cantik lainnya, Hanny – teman baik Nia. “Sekarang giliran kamu yang jalan-jalan!” teriak Muko. Wah jalan-jalan, aku tidak tahu apa itu jalan-jalan, tapi melihat ekspresi Muko yang antusias, aku tahu jalan-jalan itu pasti menyenangkan. “Kita hampir sampai…” kata Muko. “Eh tapi sebaiknya kamu keluar dari situ, naik saja ke atas kepalaku, supaya kamu bisa lihat lebih jelas ke luar sana,” perintah Muko dan aku langsung memenuhinya.

Aku lihat Nia bergerak turun dari sebuah benda berwarna biru ini, ia bergegas masuk ke dalam gedung yang besar sekali, sampai-sampai aku tidak bisa lihat ujung gedung ini. Kemudian kudengar, ‘teeet teeeeeet’ nyaring berbunyi. Orang berpakaian serba biru memegang tongkat sedang mendekatkan tongkat itu ke tempat dimana kami berada. Lalu ia bilang, “Silakan bu!”. Lalu tiba-tiba kulihat pintu itu bergeser sendiri, seolah membiarkan kami masuk ke dalam gedung ini. “Wah dingin!!!” kataku pada Muko. Muko bilang itu adalah hawa dingin yang dikeluarkan benda bernama AC. “Nama yang bagus,” kataku dalam hati. Andai aku juga bisa punya nama sebagus itu…

Sambil coba menahan keseimbangan berada di atas kepala Muko, aku melihat sekeliling gedung itu. Banyak sekali aku lihat lampu-lampu berwarna-warni, kursi dan meja di sisi-sisi. Aku bahkan bisa mencium aroma lezat, “Itu aroma makanan & minuman dari restoran & cafe di sini,” jelas Muko. Aku pasti senang sekali bila bisa menikmati makanan dan minuman itu. Lalu kudengar “Mau pesan apa, Mbak?” kata suara itu. “Hot tea & kun kaya toast satu yah Mbak,” ujar Nia. Kulihat Nia mengeluarkan benda itu dari dompetnya, persegi, berwarna kebiruan dan tipis sekali, ada gambar orang di atasnya. “Uangnya lima puluh ribu yah Mbak, nanti kembalian dan pesanannya saya antar,” kata suara itu lagi. Lalu Nia memilih duduk di samping, menempatkan aku, Muko & teman-temanku di atas benda berwarna putih.

“Aku dengar kita mau pergi jauh hari ini,” kata Muko saat aku menuruni kepalanya. “Mau kemana?” tanyaku. “Ke Serua, Pamulang,” jawab Muko. Muko kemudian menjelaskan bahwa ia pernah sekali kesana dengan Nia dan Hanny juga teman-temanku. Perjalanan yang jauh dan melelahkan menurut Muko, tapi ia sangat senang waktu itu karena ia bisa menyaksikan sebuah kegembiraan seseorang. Ia tidak menyebut siapa dan aku tidak mau bertanya. Aku ingin menyimpan kejutan ini untuk diriku sendiri.

Tak lama kudengar suara seseorang wanita lagi, “Sorry telat nih, udah lama nunggu?” katanya. Lalu si empunya suara dan Nia berbincang dengan asyiknya. Cukup lama kami menguping pembicaraan mereka, ternyata wanita yang tadi datang bernama Indri, tidak begitu terdengar jelas apa yang mereka perbincangkan. Tapi yang aku dengar mereka masih harus menunggu seseorang lagi, entah siapa. Sementara mereka berbincang, aku dan Muko pun sibuk bertukar cerita.

“Oh lo udah sampai di lantai 3, yah udah kita kesana deh,” kata Nia. Aku bergegas kembali naik ke kepala Muko untuk melihat arah mereka pergi. Dengan tergesa Nia dan Indri merapikan barang-barang yang mereka bawa, kemudian mampir di sebuah toko, yang kata Muko toko itu menjual Muffin. Entah apa Muffin itu, aku tidak mau banyak bertanya, takut dibilang kuper…

Selesai membeli sekotak Muffin, Nia dan Indri menaiki benda berwarna hitam persegi dengan garis kuning di ujungnya dan mereka banyak sekali, bergerak naik membawa mereka ke lantai berikutnya. Setelah itu mereka kembali masuk ke kotak besar dengan kaca mengelilingi. Dari tempatku berdiri, aku dapat melihat benda-benda di luar sana perlahan mengecil, aku seolah terbang… iiiiiihhhhh geli rasanya.

Keluar dari kotak kaca tadi, mereka menuju satu tempat dimana kulihat ada tulisan Bianco di kaca. Kemudian seorang wanita manis berambut kepirangan menghampiri, “Hi Hafni! Kenalin ini Indri, dia yang akan nyetir mobil lo hari ini. Thanks banget yah udah mau minjemin mobil lo,” sambut Nia. “Gw seneng bisa bantu! Sayang yah hari ini gw ga bisa ikutan, abis harus nungguin syuting di salon gw sih. Oh iya ini kunci mobilnya, terus…” jelas Hafni. Aku tidak dengar lagi pembicaraan selanjutnya, karena pijakanku terlepas dan aku jatuh terjerembab. Kulihat Muko asyik menertawaiku… aku cuma bisa nyengir malu.

Cukup lama aku bisa kembali ke atas kepala Muko, karena benda tempat aku, Muko & teman-temanku berada bergoyang kencang. Namun tak lama keadaan kembali normal, “Loh kok gelap Ko?” tanyaku, Muko hanya bisa menggeleng dan aku kembali jatuh terjerembab karena gelengan kepala Muko. Lagi, Muko kembali tertawa keras sambil bilang, “Maaf ga sengaja”. Lalu kudengar suara aneh, bruummm…bruummm… sama seperti suara benda biru yang dinaiki Nia tadi. Aku kembali naik ke kepala Muko, perlahan aku melihat cahaya di ujung sana. “Aduh silau… cahaya apa itu Muko?” teriakku pada Muko.

Bersambung ke bagian 2…

—-

Dear Coiners,

Mulai hari ini, para coiner bisa membaca serial kisah pengalaman Muko dan teman barunya yang diceritakan berdasarkan kisah nyata. Seperti yang sudah dibaca di atas teman baru Muko ingin sekali punya nama panggilan. CaC mengundang para coiner untuk membantu mengusulkan nama untuk teman baru Muko. Sebagai gambaran, teman baru Muko bertubuh kecil… baru Muko. Ditunggu usulan namanya dan langung post aja di comment yah!

Poster dari Icha

Posted on Monday, January 12th, 2009 at 9:36 am

Icha dari Universitas Bina Nusantara membuatkan poster untuk Coin A Chance! di Facebook Group. Bagus banget! Apalagi ada Muko di sana. Muko pasti senang sekali πŸ™‚ picture-6 Eh, tapi jangan lupa, sekarang kami sudah pindah ‘stoples’ ke http://coinachance.com/, ya! PS: Nah, kalau yang di bawah ini adalah stoples Icha pada hari pertama ia mengumpulkan koin: picture-7

eps. 1 – Muko Menemukan Koin dalam Kotak Kartu Nama!

Posted on Friday, December 19th, 2008 at 11:50 am

Mungkin kalian bertanya-tanya, siapa itu Muko? cac-muko-11 Muko adalah salah satu suporter Coin A Chance! yang berkumis dan berbuntut, si kecil berbulu putih yang mengaku “macan” tapi sebenarnya pemalu dan berhati lembut (walau suasana hatinya gampang berubah-ubah alias moody). Hari ini, lewat You Tube, Muko hendak menyebarluaskan gerakan Coin A Chance! pada kawan-kawan dan mengingatkan kalian untuk mencari koin uang logam di tempat-tempat tersembunyi, kemudian mendonasikannya lewat Coin A Chance! πŸ˜‰ eps. 1 – Muko Menemukan Koin dalam Kotak Kartu Nama! Videonya dapat dilihat di sini, eps. 1 – Muko Menemukan Koin dalam Kotak Kartu Nama!, juga melalui link di Facebook Group Coin A Chance! Happy weekend! πŸ™‚