Halo coiners, droppers & supporters CaC!!
Ada kabar terbaru nih… Buat kalian yang berdomisili di Medan, CaC akan mampir di Medan dalam rangka program Nokia E72 “Suarakan Aksimu”. Masih ingatkan program ini?
Terhitung Januari 2010, CaC secara resmi bekerjasama dengan Nokia Indonesia untuk NokiaE72 #suarakanaksimu. Gerakan bertema “Suarakan Aksimu Untuk Indonesia” bertujuan memotivasi setiap insan Indonesia agar terus menyuarakan aksi positifnya bagi Indonesia. Gerakan ini bekerjasama dengan sejumlah nama (disebut seeder) yang dinilai Nokia konsisten menyuarakan aksinya untuk Indonesia yang lebih baik. Para seeders adalah Pandji Pragiwaksono (penyiar radio & presenter), Daniel Mananta (VJ), Nia Dinata (sutradara), Indah & Iwan Esjepe (Indonesia Bertindak), Toto Sugito (Bike to Work), Ade Purnama dan tentunya CaC.
Selain dapat mengikuti acara-acara menarik di program Nokia E72, kalian juga dapat ketemu langsung dengan Hanny & Nia - founder CaC, sekaligus mendrop koin kalian pada Coin Dropping Day (CDD). Karena waktu yang terbatas, sayangnya tidak akan ada penghitungan koin. Koin yang terkumpul akan dihitung di Jakarta pada Coin Collecting Day#11.
Tak hanya mendrop koin, kalian kami undang untuk ngumpul dan ngobrol bareng seputar CaC bersama Hanny & Nia, diharapkan pada kesempatan ini, ada salah satu dari kalian yang tertarik menjadi coiner untuk wilayah Medan, seperti layaknya di Bandung, Bali & Jogja. Sehingga akan ada adik-adik kita yang putus sekolah di Medan, dapat melanjutkan sekolahnya lagi. Ada yang tertarik?
Kami tunggu kalian di Medan pada:
Sabtu, 27 Februari 2010, di Pameran Nokia E72, Atrium Area Sun Plaza, Jl. Hj. Zainul Arifin, mulai pukul 10.00 hingga selesai.
Jangan ketinggalan Talk Show seputar program Nokia E72 “Suarakan Aksimu” pada pukul 15.00
Kami tunggu kehadiran & partisipasi kalian
Salam koin!
CCD#10 telah digelar pada Sabtu, 23 Januari 2010, bertempat di TRS Diner - CITOS. Terima kasih buat semua coiners, droppers & supporters yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di CCD#10.
CCD#10 dihadiri sedikitnya 20 orang, termasuk Febri yang membawa pasukannya sendiri, para coiners baru dari Aprisma (Titin), Citibank Jamsostek (Lili), AJSI (Arlina) dan Mas Windrio. Istri Febri berbaik hati memberikan sekotak sarung tangan latex supaya tangan kami tidak hitam-hitam saat menghitung koin.
CCD#10 juga diramaikan acara kopdar akbar dari teman-teman blogger Loenpia (Ocha), Cah Andong, kopdar Jakarta (Imam, Dimas, Chichi) dan dari Ketua AwakMedan (Poetra Nasution), kemudian kawan lama yang akhirnya berkenan mampir di CCD, Gage Batubara dan Iman Brotoseno.
Setelah dihitung-hitung, pada CCD#10 terkumpul koin sebesar Rp 2.080.075,- termasuk hasil Coin Dropping Day (CDD) di Bandung dua minggu lalu. Di CCD kali ini, Gempur juga hadir bersama sang Ibu.
Selain itu ada beberapa pengumuman penting yang disampaikan CaC saat pelaksanaan CCD#10 yang lalu. Antara lain:

Wah seru yah!!
Buat kalian yang kemarin kelewatan CCD#10, jangan sampai kelewatan CCD berikutnya. Tetap kumpulin koin yah… Semangat & salam koin!!
Sudah satu tahun ini CaC! aktif mencari anak-anak putus sekolah untuk mengembalikan mereka kembali ke bangku sekolah. Dan sejak satu tahun lalu, komunitas yang dibentuk oleh Hanny & Nia, yang awalnya hanya digerakkan dua wanita cantik ini, perlahan tapi pasti berkembang menjadi komunitas besar yang hingga hari ini memiliki lebih dari 5.000 anggota di Facebook group.
Tentunya untuk menjadi komunitas besar seperti hari ini, CaC! tidak lepas dari kerja keras kedua wanita ini, dan juga kerja keras para pendukung aktif CaC! yang biasa kami sebut droppers. Para droppers adalah mereka yang senantiasa aktif mengumpulkan, menyumbangkan, menghadiri CCD dan mengajak lebih banyak teman-teman untuk bergabung di CaC!
Selama satu tahun ini pula, bermula dari satu e-mail kami mulai berkenalan dan menjalin persahabatan dengan para droppers ini. Terima kasih yang tak terhingga bagi mereka…
Hari ini kami mengangkat kisah seorang dropper yang kami nilai sangat gigih dan berdedikasi dalam ikut menggerakan CaC!
Febri, pria berusia di awal 30 tahunan ini, bekerja di daerah Tanjung Barat – Jakarta Selatan. Awal perkenalan kami dengan Febri melalui e-mail yang dikirimkannya pada 1 April 2009. Ia mendengar komunitas CaC! lewat wawancara kami dengan Delta FM. Kalimat pembuka yang ia tulis di e-mail membuat kami yakin bahwa ia sangat ingin bergabung untuk bersama menggerakan CaC! Berikut kutipannya, “Dear Nia & Hanny, Perkenalkan saya Febri, saya dapat informasi coinachange dari delta fm. Saya sangat tertarik dengan kegiatan pengumpulan duit receh ini. Per hari ini, saya telah merealisasikan niat untuk menjadi coiner sekaligus coin dropper. Semoga langkah kecil saya ini bisa membantu gerakan anda-anda semuanya…. amin.” Dan sejak hari itu, Febri merupakan dropper yang paling aktif menggerakan CaC!
Tentu saja keterlibatan Febri yang awalnya sebatas mengumpulkan koin secara pribadi, perlahan berkembang dengan menularkan virus CaC! (ini istilah yang dipakai Febri) kepada kolega-kolega di kantornya, juga perusahaan-perusahaan pertambangan dan stainless steel. Febri bekerja di sebuah perusahaan pertambangan sehingga memiliki banyak kolega di perusahaan-perusahaan sejenis. Selain itu, ia juga menyebarluaskan virus CaC! di kampus S2-nya, Prasetiya Mulya Business of School, daerah Cilandak; dan juga tempat kerja sang istri di poli gigi, sebuah rumah sakit.
Tidak hanya menyebarkan virus CaC! di seputar Jakarta dan sekitarnya, ia malah merambah hingga Maluku dan Papua, bersamaan dengan kunjungan kerjanya di daerah-daerah tersebut. Dan tentunya dari hasil cuap-cuap menularkan virus CaC!, kerja keras Febri menunjukkan hasil. Ia mendapatkan respon yang luar biasa dari kolega-koleganya dan kebanjiran koin-koin…criing criing!! Masih ingat kisah “Ayam Jago” dari Pak Djono? Pak Djono merupakan salah satu dropper yang tertular virus CaC! Febri.
Selain Pak Djono, ada juga Fitri yang tertular virus CaC! Febri. Fitri yang saat itu bekerja di hutan belantara Jayawijaya, Tembagapura – Papua Barat, menyumbangkan Rp 500 ribu yang ia transferkan ke Febri, dan kemudian Febri tukarkan ke dalam bentuk koin sebelum ia berikan kepada kami. Tak hanya mereka berdua, masih banyak lagi teman-teman yang kini telah menjadi droppers, hasil dari penularan virus CaC! Febri.
Yang lebih menarik lagi, Febri juga merealisasikan sebuah ide cemerlang dengan mendesain kotak-kotak koin lucu bergambar figur-figur kartun. Kotak-kotak koin ini kemudian ia distribusikan ke kolega-koleganya yang bergabung di CaC! Siapa yang tidak tertarik menaruh koin ke dalam kotak-kotak lucu ini?!
Oh ya, salah satu kontribusi Febri yang sangat kami banggakan adalah slogan “Salam Koin!”. Kami yakin hingga hari ini Febri pasti masih sibuk menularkan virus CaC! nya. Mungkin kamu berikutnya?!